Sesuatu yang tidak menyenangkan dan
benar-benar menamparku dengan keras baru saja terjadi. Bagaimana bisa aku
merasakan hal itu. Sakit sekali. Rasa malu tentu lebih besar dari rasa sakit. Tapi
aku beruntung masih ada sahabat, teman, dan keluarga yang selalu menyayangiku. Selalu
menerimaku, apapun kekuranganku. Bagian terpenting aku masih punya Allah sang
Maha Kaya, Maha Penyayang, Maha Pemberi Nikmat. Aku bersyukur karena aku
termasuk hamba yang kupikir sangat mempercayai adanya Tuhan, Dzat yang menjadi
tempat aku mengeluh dan bergantung. Aku mengandalkan Allah.
Jika harus membicarakan kesakitanku. Aku
hanya merasa malu dan bersalah terhadap diriku sendiri. Tentu saja rasa
penyesalan itu bersumber dari kesalahan yang aku lakukan. Kesalahan yang tidak
sepenuhnya salahku. Justru sebagian besar salah orang itu. Tidak ada sama
sekali niatan untuk membalas dendam. Aku hanya ingin aku bisa hidup penuh
dengan kebahagian, kasih saying, dan berkecukupan materi. Aku juga berharap
menemukan laki-laki yang baik dari fisiknya, berkucukupan materi atau bisa dibilang
tajir (HEHEHE), jelas asal keluarga dan keturunannya, serta seiman denganku. Mampu
menjadi ayah dan suami yang baik.
Sebelum membahas kehidupan keluarga
terlalu jauh, aku masih punya ratusan hal yang harus aku kerjakan. Tanggung jawabku
sebagai mahasiswa, anak, dan anak pertama. Aku harus berhasil lulus menjadi
mahasiswa terbaik UNNES, aku harus menyampaikan speech di depan orang tua dan
teman-temanku. Aku ya aku. Dengan segala yang ada pada diriku. Tahun depan aku
harus lulus!!! Harus memiliki penghasilan kemudian berhasil membeli rumah
sendiri. Semangat untuk masa depanku!!!!
Komentar
Posting Komentar