Langsung ke konten utama

Pelajaranku di Juni 2020

Sesuatu yang tidak menyenangkan dan benar-benar menamparku dengan keras baru saja terjadi. Bagaimana bisa aku merasakan hal itu. Sakit sekali. Rasa malu tentu lebih besar dari rasa sakit. Tapi aku beruntung masih ada sahabat, teman, dan keluarga yang selalu menyayangiku. Selalu menerimaku, apapun kekuranganku. Bagian terpenting aku masih punya Allah sang Maha Kaya, Maha Penyayang, Maha Pemberi Nikmat. Aku bersyukur karena aku termasuk hamba yang kupikir sangat mempercayai adanya Tuhan, Dzat yang menjadi tempat aku mengeluh dan bergantung. Aku mengandalkan Allah.

Jika harus membicarakan kesakitanku. Aku hanya merasa malu dan bersalah terhadap diriku sendiri. Tentu saja rasa penyesalan itu bersumber dari kesalahan yang aku lakukan. Kesalahan yang tidak sepenuhnya salahku. Justru sebagian besar salah orang itu. Tidak ada sama sekali niatan untuk membalas dendam. Aku hanya ingin aku bisa hidup penuh dengan kebahagian, kasih saying, dan berkecukupan materi. Aku juga berharap menemukan laki-laki yang baik dari fisiknya, berkucukupan materi atau bisa dibilang tajir (HEHEHE), jelas asal keluarga dan keturunannya, serta seiman denganku. Mampu menjadi ayah dan suami yang baik.

Sebelum membahas kehidupan keluarga terlalu jauh, aku masih punya ratusan hal yang harus aku kerjakan. Tanggung jawabku sebagai mahasiswa, anak, dan anak pertama. Aku harus berhasil lulus menjadi mahasiswa terbaik UNNES, aku harus menyampaikan speech di depan orang tua dan teman-temanku. Aku ya aku. Dengan segala yang ada pada diriku. Tahun depan aku harus lulus!!! Harus memiliki penghasilan kemudian berhasil membeli rumah sendiri. Semangat untuk masa depanku!!!!


Komentar